Kamis, 18 April 2013

Konsep Manusia Menurut Aliran Psikoanalisa, Humanistik, dan Behaviorisme


A. Aliran Psikoanalisa
Sigmund Freud (1856-1939) merupakan pendiri aliran psikoanalisis. Menurut Freud pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan, merupakan sumber perilaku yang tidak normal. Pandangan Freud secara lengkap adalah sebagai berikut :
1) Kesadaran dan Ketidaksadaran
Sigmund Freud berpendapat bahwa kehidupan psikis terdiri dari kesadaran dan ketidaksadaran. Kesadaran dapat diibaratkan sebagai permukaan gunung es yang nampak. Jadi, kesadaran itu merupakan bagian kecil dari kepribadian. Ketidaksadaran yang merupakan bagian kecil dari gunung es di bawah permukaan air mengandung insting-insting yang mendorong perilaku manusia. Menurut Freud ada bagian lain disebut prasadar (preconscious). Dalam preconscious stimulus-stimulus belum direpres, sehingga dapat dengan mudah ditimbulkan kembali dalam kesadaran.
Selain itu, Freud mempunyai pandangan bahwa kepribadian terdiri dari Id, Ego, dan Super ego.
2) Insting dan Kecemasan
Freud menyatakan insting terdiri dari insting untuk hidup (life instinct) dan insting untuk mati (death instinct). Life instinct mencakup lapar, haus, dan sek, ini merupakan kekuatan kreatif dan oleh Freud disebut Libido. Sedangkan death instinct merupakan kekuatan destruktif. Hal ini dapat ditujukan kepada diri sendiri, menyakiti diri sendiri atau bunuh diri atau ditujukan keluar merupakan bentuk agresi.
Pandangan lain dari Freud adalah tentang mekanisme pertahananan. Sembilan mekanisme pertahanan yang dikemukakan oleh Freud adalah :
1. Represi
2. Pembentukan Reaksi
3. Proyeksi
4. Penempatan yang Keliru
5. Rasionalisasi
6. Supresi
7. Sublimasi
8. Kompensasi
9. Regresi


B. Aliran Humanistik
Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang sebagai bapak dari psikologi humanistik. Psikologi Humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Tokoh-tokoh psikologi humanistik memandang behaviorisme mendehumanisasi manusia. Psikologi humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia. Menurut psikologi humanistik manusia adalah makhluk kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.
Maslow menjadi terkenal karena teori motivasinya, yang dituangkan dalam bukunya “Motivation and Personality”. Dalam buku tersebut diuraikan bahwa pada manusia terdapat lima macam kebutuhan yang berhierarki, meliputi :
1. Kebutuhan Fisiologis (The Physiological Needs)
2. Kebutuhan Rasa Aman (The Safety Needs)
3. Kebutuhan Rasa Cinta dan Memiliki (The Love and Belongingness Needs)
4. Kebutuhan Akan Penghargaan (The Self-Esteem Needs)
5. Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri (The Self-Actualization Needs)
Kebutuhan-kebutuhan tersebut dikatan berhierarki karena kebutuhan yang lebih tinggi menuntut dipenuhi apabila kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah sudah terpenuhi.


C. Aliran Behaviorisme
Aliran ini diprakarsai oleh John B. Watson. Dalam teori ini menyatakan bahwa subjek psikologi dibatasi pada studi mengenai perilaku dan kegiatan – kegiatan manusia dan binatang yang dapat di observasi dan menolak bahwa pikiran sebagai subjek psikologi.
Behaviorisme menekankan perspektif psikologi pada tingkah laku manusia, yakni bagaimana individu dapat memiliki tingkah laku baru, menjadi lebih terampil, dan menjadi lebih mengtahui. Behaviorisme memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan, pengalaman, dan pemeliharaan atas bentuk perilakunya. Tujuan aliran psikologi Behaviorisme adalah mencoba memprediksi dan mengontrol perilaku manusia sebagai introspeksi dan evaluasi terhadap tingkah laku yang dapat diamati, bukan pada ranah kesadaran.
Ivan Petrovic Pavlov pernah melakukan eksperimen terhadap seekor anjing. Ia menyalakan lampu di depan anjing yang sedang lapar. Anjing tersebut tidak mengeluarkan air liur. Saat Parlov meletakkan sepotong daging didepannya, anjing tersebut mengeluarkan air liur. Perlakuan itu terus diulang-ulang beberapa kali, sehingga setiap kali lampu dinyalakan anjing tersebut mengeluarkan air liur, walaupun tidak disajikan sepotong daging. Dalam kasus ini, air liur anjing disebut sebagai conditioned response, sementara cahaya lampu disebut sebagai conditioned stimulus.
Jika eksperimen tersebut direfleksikan terhadap manusia sebagai individu, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hakikat aliran Behaviorisme adalah teori belajar, bagaimana individu memiliki tingkah laku baru, menjadi lebih terampil, menjadi lebih tahu. Kepribadian dapat dipahami dengan mempertimbangkan perkembangan tingkah laku dalam hubungannya yang terus menerus dengan lingkungannya. Menurut B.F. Skinner, cara efektif untuk mengubah dan mengontrol tingkah laku adalah dengan melakukan penguatan (reinforcement) dan pemberian hukuman (punishnent), suatu strategi yang membuat tingkah laku tertentu berpeluang untuk terjadi atau sebaliknya (berpeluang untuk tidak terjadi) pada masa mendatang. Jadi, yang menjadi prinsip umum dalam aliran Behaviorisme adalam tingkah laku sebagai objek, refleks atas semua bentuk tingkah laku, dan pembentukan kebiasaan dalam individu.
Dalam aliran Psikoanalisa dan Behavioristik, keduanya mengabaikan segala potensi yang berada didalam diri individu, semntara aliran Humanistik menganggap bahwa potensi dalam diri manusia merupakan sumber utama untuk mewujudkan diri menjadi lebih baik lagi.

SUMBER : Heru Basuki, A.M. (2008). Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.

Nama : Cindy Natalia
Kelas : 2 PA08
NPM : 11511660




Minggu, 10 Maret 2013

Sehat


Pengertian Sehat

Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Bahkan benda mati pun seperti kendaraan bermotor atau mesin, jika dapat berfungsi secara normal, maka seringkali oleh pemiliknya dikatakan bahwa kendaraannya dalam kondisi sehat. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang dokterpun akan menyatakan pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal. Namun demikian, pengertian sehat yang sebenarnya tidaklah demikian. Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Pengertian sehat tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial.
Batasan kesehatan tersebut di atas sekarang telah diperbaharui bila batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi atau aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, maka dalam Undang- Undang N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru.

Pengertian kesehatan saat ini memang lebih luas dan dinamis, dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi.
Bagi yang belum memasuki dunia kerja, anak dan remaja, atau bagi yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau usia lanjut, berlaku arti produktif secara sosial. Misalnya produktif secara sosial-ekonomi bagi siswa sekolah atau mahasiswa adalah mencapai prestasi yang baik, sedang produktif secara sosial-ekonomi bagi usia lanjut atau para pensiunan adalah mempunyai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfat, bukan saja bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain atau masyarakat.

Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal ( psikologis,intelektua, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.

Keempat dimensi kesehatan tersebut saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang, kelompok atau masyarakat.
Itulah sebabnya, maka kesehatan bersifat menyeluruh mengandung keempat aspek.

Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut:
1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.
2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.
• Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
• Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
• Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.
Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.
3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.
4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.


SUMBER :

http://afand.abatasa.com/post/detail/2456/pengertian-sehat

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/11/29/memahami-definisi-sehat-512845.html

Nama : Cindy Natalia 
Kelas  : 2PA08
NPM  :11511660

Rabu, 02 Januari 2013

Psikologi Klinis dalam Internet


Psikologis Klinis
A.  Pengertian Psikologis Klinis

Psikologis klinis menurut Witemer tahun 1912 adalah metode yang digunakan untuk mengubah atau mengembangkan jiwa seseorang berdasarkan hasil observasi dan eksperimen dengan menggunakan teknik pedagogis. Psikologi klinis merupakan salah satu bidang psikologi terapan selain Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri, dan lain-lain. Psikologi Klinis menggunakan konsep-konsep Psikologi Abnormal, Psikologi Perkembangan, Psikopatologi dan Psikologi Kepribadian, serta prinsip-prinsip dalam assesment dan intervensi, untuk dapat memahami maslah-masalah psikologis, gangguan penyesuaian diri dan tingkah laku abnormal. Tugas utama psikologi klinis adalah menggunakan tes yang merupakan bagian integral suatu pemeriksaan klinis yang biasanya dilakukan di rumah sakit. Ada beberapa ciri yang terdapat dalam psikologis klinis :
1.    Memiliki orientasi ilmiah-profesional yaitu adanya ciri berupa penggunaan metode ilmu dan kaidah psikologi, dalam pemberian bantuan terhadap indiovidu yang menderita kecemasan. Psikologi melalui intervensi dan evaluasi psikologis.
2.    Menampilkan kompetensi psikologi, karena psikologi klinis terlatih dalam menggunakan petunjuk dan  pengetahuan psikologi dalam kerja professional.
3.    Menampilkan kompetensi klinisi karena berusaha mengerti orang lain.
4.    Ilmiah, karena menggunakan metode ilmiah untuk mencapai presisi dan objektivitas dalam cara kerja profesionalnya dengan tetap melakukan validasi untuk setiap individu yang ditangani.
5.    Profesional, karena lebih menyumbangkan pelayanan kemanusiaan yang penting bagi individual, kelompok social dan komunitas untuk memecahkan masalah.

Ciri-ciri di atas merupakan hal-hal yang sering kita jumpai di kehidupan sehari, sama hal nya dengan teknologi komputer dan internet yang hampir 70% digunakan dalam aktivitas manusia pada jaman sekarang. Bahkan ada beberapa kasus dimana perasaan manusia ditentukan oleh keberadaan komputer dan internet.

B. Orientasi Psikologi Klinis
Terdapat hubungan yang jelas dan dekat antara psikologi klinis dan psikologi abnormal dan kemudian tentu saja psikiatri. Tugas yang dihadapi psikologi klinis adalah memahami masalah-masalah yang dihadapi pasien dan cara pasien menyelesaikan aspek kepribadian. Untuk tujuan orientasi teoritis studi klinis mengenai kepribadian terdapat aspek kepribadian yang perlu dipahami :

1.    Motivasi Adalah kebutuhan psikologi yang telah memiliki corak atau arah yang ada dalam diri individu yang harus dipenuhi agar kehidupan kejiwaannya terpelihara yaitu senantiasa dalam keadaan seimbang. Pada awalnya kebutuhan itu hanya berupa kekuatan dasar saja. Namun selanjutnya berubah menjadi suatu vector yang disebut motivasi karena memiliki kekuatan dan arah.
2.    Kapasitas Kapasitas adalah karakteristik individu yang adjustic, termasuk dalam hal adalah kapasitas intelektual untuk mencapai tujuannya sendiri dan untuk tuntutan yang dikehendaki lingkungan. Pentingnya pemahaman mengenai kapasitas ini bagi psikologi klinis adalah untuk memperkirakan dalam bidang apa saja dan seberapa kuat individu memiliki sumber stress, baik dalam keadaan frustasi, konflik maupun tertekan.
3.    Pengendalian Yang dimaksud dengan pengendalian adalah proses yang dilakuakan individu saat menggunakan kapasitasnya dan mengekang motivasi impulsive ke dalam saluran yang berguna bagi penyesuian dirinya, yang secara social diterima.

Media sendiri dianggap sebagai saluran perubahan dalam masyarakat. Secara psikologis, media dapat digunakan untuk meningkatkan awareness masyarakat hanya saja kita belum berani terlibat aktif di dalamnya. Peran psikologi dalam konsultan media belum begitu terjamah, perlu ada upaya konstruktif dan interaktif untuk aktif di dalam media. Kita sebagai individu yang mendalami psikologi sudah selayaknya menaruh perhatian terhadap psikologi media atau berkaitan dengan penggunaan media dalam keprofesionalitasan psikologi.

Perkembangan media komunikasi dari tahun ke tahun membuat kita sadar bahwa psikologi harusnya mengikuti perkembangan arus media tersebut dan mengambil peran di dalamnya. Jika psikologi melakukan pembatasan diri terhadap media, maka ilmu psikologi sendiri akan tidak mudah dikenali oleh masyarakat, profesi psikologi akan menjadi sesuatu yang jauh dari masyarakat. Padahal, ilmu psikologi adalah ilmu yang paling dekat dengan masyarakat karena berhubungan dengan manusia secara individual maupun kelompok. 

Peran psikologi sosial akan terasa di sini. Pengaplikasian teknik, metode, pendekatan, dan teori serta praktek melalui media menjadi inisiatif yang memungkinkan dan alternatif yang baik agar ilmu psikologi lebih dekat dengan masyarakat. Sudah seberapa jauhkah peran psikologi, terutama psikologi klinis dalam rangka menggunakan dan memanfaatkan kemajuan teknologi informatika dan komunikasi dalam hal ini internet untuk kepentingan profesi? Hal ini sudah selayaknya menjadi bahan pikiran psikologi untuk ikut andil dalam dunia maya. Peran dan keikutsertaan psikologi klinis ini setidaknya dapat mengubah stigma masyarakat tentang efek negatif media ini dan menyadarkan kepada masyarakat terhadap manfaatnya jika mau dioptimalkan dengan baik.

Upaya harus dimulai dari kita sendiri sebagai individu yang berkecimpung dalam bidang psikologi. Kita bisa menyumbangkan keahlian dan pengetahuan kita di berbagai elemen masyarakat. Himpunan profesi psikologi (Himpsi) juga sebaiknya mulai memikirkan arah psikologi ke media dengan lebih arif dan bijaksana. Dalam arti, penekanan dan upaya mengarahkan psikologi ke media sudah harus dimunculkan. Kiprah ilmu psikologi pada akhirnya dapat mempengaruhi kebijakan dalam media dan kualitas informasi media dapat diminimalisir efek negatifnya. Selain itu, masyarakat dapat mengenal lebih jauh tentang keilmuan psikologi itu sendiri.
Oleh karena itu mengapa psikologi klinis ada kaitannya dengan komputer dan internet, karena psikologi klinis yang berdekatan dengan psikologi abnormal tentu saja melibatkan masyarakat sekitar mereka secara langsung maupun tidak langsung, dan sebagian besar mereka terkoneksi melalui komputer dan internet.

Sumber :
1.http://aswendoaswendo.blogspot.com
2.http://pamangsah.blogspot.com

Rabu, 24 Oktober 2012

PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP INTERPERSONAL

Burgon & Huffner (2002) dalam bukunya Human Communication menjelaskan bahwa komunikasi ialah sebuah proses pemikiran berupa seleksi informasi (kognitif), menilai atau mempersepsikan pengalaman (afektif) dan bertindak balas terhadap informasi yang disampaikan tersebut (psikomotorik).
Proses komunikasi ini dapat dilakukan dalam diri manusia sendiri, orang lain dan kumpulan manusia dalam proses sosial (massa). Merujuk pendapat tersebut maka Burgon & Huffner (2002) mengkategorikan 3 jenis komunikasi, yaitu:
a. Komunikasi intrapersonal
b. Komunikasi interpersonal
c. Komunikasi massa
Pada kesempatan kali ini Komunikasi Interpersonal yang akan kita bahas. Komunikasi interpersonal sendiri memiliki arti yaitu komunikasi yang dilakukan kepada pihak lain untuk mendapatkan umpan balik, baik secara langsung (face to face) maupun dengan media.
Fungsi Komunikasi interpersonal sebagai berikut:
1.      Untuk mendapatkan respon/ umpan balik. Hal ini sebagai salah satu tanda efektivitas proses komunikasi. Bayangkan bagaimana kalau tidak ada umpan balik, saat Anda berkomunikasi dengan orang lain. Bagaimana kalau Anda sms ke orang lain tetapi tidak dibalas?
2.      Untuk melakukan antisipasi setelah mengevaluasi respon/ umpan balik. Contohnya, setelah apa yang akan kita lakukan setelah mengetahui lawan bicara kita kurang nyaman diajak berbincang.
3.    Untuk melakukan kontrol terhadap lingkungan sosial, yaitu kita dapat melakukan modifikasi perilaku orang lain dengan cara persuasi. Misalnya, iklan yang arahnya membujuk orang lain.

Pada perkembangan penggunaan internet  maka ilmu komunikasi-pun mulai menjamah untuk dijadikan objek penelitian. Tidak banyak yang melakukan riset internet dari sudut pandang  ilmu komunikasi khususnya di Indonesia. Kesenjangan yang  paling utama adalah belum adanya kepastian tentang status internet dalam konteks sebagai media komunikasi. Banyak yang mempertanyakan status internet sebagai media komunikasi interpersonal ataukah media massa. Hasil temuan dan observasi menunjukkan bahwa internet memiliki tiga fasilitas utama yang digunakan dalam berkomunikasi, yaitu electronic mail (e-mail), web sites serta internet relay chatt (chatting). E-mail dan chatting banyak digunakan dalam komunikasi interpersonal yang secara teknis berupa komunikasi di informasi point to point atau point to multipoint. Perbedaan antara e-mail dan chatting adalah pada bentuk komunikasi yang dilakukan. Jika e-mail merupakan asynchronorous communication sedangkan chatting berbentuk synchronorous communication. Untuk fasilitas web sites , lebih digunakan sebagai media komunikasi massa dengan unique point berupa periodisasi, pesan yang universal dan up to date informations. Namun kelebihan web sites disamping  fasilitas lain adalah dapat digunakan untuk e-mail ataupun chatting.


SUMBER :

Senin, 02 Juli 2012

Pengaruh Gadget Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Gadget atau Peranti merupakan hasil teknologi yang berfungsi memudahkan si pengguna dengan fiturnya. Gadget atau Peranti (Bahasa Inggris: device, kadang diserap dalam bahasa Indonesia sebagai devais) dapat merujuk ke: 1. Sebuah mesin atau bagiannya. 2. Sebuah appliance informasi, misalnya telepon selular. 3. Sebuah piranti periperal yang terpasang pada sebuah komputer. 4. Sebuah komponen elektronik. Jadi dapat disimpulkan gadget merupakan perangkat elektronik yang sering digunakan sehari-hari,seperti : komputer,laptop,tablet,handphone,iPad,iPod,dsb. Di era modern seperti sekarang ini dan semakin berkembangnya tekhnologi saat ini, kini banyak orang yang sangat bergantung pada kecanggihan teknologi yang kita kenal berupa gadget. Karena ketergantungan ini, mereka merasa bahwa hidup seakan tak lengkap jika sehari bahkan semenit tanpa gadgetnya. Namun perkembangan tekhnologi tersebut tidak selalu membawa dampak positif bagi manusia. Karena dibalik berbagai macam kegunaannya, ternyata gadget yang kita gunakan dapat memberikan efek yang negatif terhadap diri kita. Berikut ada beberapa gadget yang paling berdampak buruk bagi kesehatan kita serta penanggulangannya agar meminimalisir dampak negatif tersebut. 1. Handphone Menggunakan handphone dapat merusak pertumbuhan sel otak serta menyebabkan tumor otak pada orang dewasa. Handphone juga dapat mengancam populasi manusia dan penggunaan handphone minimal empat jam sehari dapat mengurangi jumlah sel sperma. Bahkan saat ini ada sebuah sindrom yang disebabkan oleh gerakan yang berulang-ulang, berlebihan dan tidak biasa pada ibu jari, yaitu sindrom De Quervain. Karena jari-jari yang dipaksa bekerja melebihi kemampuannya ini dapat melukai otot tendonnya. Maka untuk mengantisipasi itu semua, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu : Gunakan speakerphone atau hands-free ketika melakukan atau menerima panggilan telephone. Selingi istirahat disela-sela penggunaan handphone. 2. Laptop Masalah yang sering terjadi jika menggunakan laptop terlalu lama atau selama berjam-jam adalah sakit mata dan sakit kepala yang disebabkan oleh radiasi layar. Selain itu, apabila laptop diletakkan dipangkuan dapat membakar paha, bahkan dapat menyebabkan kanker kulit. Hal ini disebabkan karena panas yang keluar dari laptop tersebut. Untuk mengantisipasi hal tersebut ada beberapa saran yang dapat dilakukan, yaitu : Untuk menghindari sakit mata maka berpalinglah dari layar laptop setiap 20 menit selama 2-5 menit dan perbesar font jika diperlukan. Untuk menghindari paha terbakar maka gunakanlah alas yang cukup tebal dan empuk agar panas dari laptop dapat tidak dapat terserap ke paha kita. 3. iPod Saat ini mendengarkan musik dengan ipod sudah menjadi kegiatan yang paling sering dilakukan, padahal hal tersebut dapat mengganggu pendengaran kita. Bahkan kasus yang terparah dapat menyebabkan tuli. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu : Gunakan busa earphone untuk meredam suara yang keluar. Teknologi sangat menawarkan kemudahan dalam bereaktifitas setiap manusia. Namun kemudahan itu tidak serta merta tanpa akibat. Karena menurut penelitian, selain permasalahan gadget yang menyebabkan gangguan pada kesehatan, ternyata terdapat juga masalah atau penyakit yang ditimbulkan dari kemajuan tekhnologi, seperti : 1. Depresi facebook. Saat ini para remaja dapat menjadi begitu terobesi dengan facebook dan mengorbankan kesehatannya. Mereka merasa akan lebih tertekan jika diabaikan dalam situs jejaring sosial dibandingkan di abaikan dalam kehidupan nyata. 2. Kecanduan internet. Untuk para pecandu internet, mereka menganggap bahwa dunia online telah mengambil alih kehidupannya. Dan kondisi tersebut merupakan gangguan klinis yang semakin meningkat. 3. Narsisme di situs jejaring sosial. Saat ini banyak sekali orang-orang yang lebih cenderung menampilkan perilaku narsis dan kurang menunjukkan empati seperti yang ditampilkan dalam perilaku atau kebiasaannya terus-menerus memperbarui situs jejaring sosial. Dalam penelitian tersebut, pria sitemukan lebih cenderung melakukan hal tersebut, meskipun mereka diasumsikan tidak lebih sering menggunakan tekhnologi daripada wanita.  4. Mabuk akibat main game atau film 3D Banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan akibat televisi dan game 3D seperti ketegangan mata, penglihatan kabur, pusing, sakit kepala, atau mual setelah melihat konten 3D. dan untuk orang yang mengalami gejala seperti mabuk tersebut sangat rentan terhadap tipuan visual yang digunakan karena tipuan tekhnologi visual. SUMBER : http://lidya-amanda-dhita.blogspot.com/2012/04/pengaruh-gadget-terhadap-kesehatan.html http://id.wikipedia.org/wiki/Peranti http://medanbung.wordpress.com/2009/01/03/pengaruh-baik-dan-tidaknya-bagi-pengguna-gadget/ Nama : Cindy Natalia NPM. : 11511660 Kelas : 1PA07

Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar

Apa yang Kalian Ketahui Mengenai Matematika? Kata matematika sudah tidak asing lagi bagi kita, matematika merupakan ratu dari ilmu pengetahuan dimana materi matematika di perlukan di semua jurusan yang di pelajari oleh semua orang. Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά - mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang kaku dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian. Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan statistik, kalkulus dan trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan melalui model matematika yang dapat berupa kalimat matematika dan persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel. Tujuan umum pendidikan matematika ditekankan kepada siswa untuk memiliki: Kemampuan yang berkaitan dengan matematika yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah matematika, pelajaran lain ataupun masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Kemampuan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi. Kemampuan menggunakan matematika sebagai cara bernalar yang dapat dialihgunakan pada setiap keadaan, seperti berpikir kritis, berpikir logis, berpikir sistematis, bersifat objektif, bersifat jujur, bersifat disiplin dalam memandang dan menyelesaikan suatu masalah. Apa yang Kalian Ketahui Mengenai Ilmu Alamiah Dasar? Ilmu Alamiah Dasar jika dipenggal berasal dari tiga suku kata. Ilmu artinya bagian dari ilmu pengetahuan manusia. Alamiah artinya terjadi dengan sendirinya dan Dasar artinya permulaan suatu bentuk. Istilah ini berasal dari Eropa Daratan (Belanda,Jerman,Inggris,dan Amerika). Yang mana istilah ini masuk ke indonesia pada zaman yang berbeda-beda. Ilmu alamiah dapat dilihat dalam arti luas dan dalam arti sempit. Dalam arti luas ilmu mencakup semua pengetahuan, termasuk matematika dan filsafat. Sedangkan dalam arti sempit ilmu mencakup pengetahuan deskriptif saja, diluar itu adlah non ilmiah. Ilmu Alamiah Dasar merupakan disiplin ilmu yang biasanya dipelajari di tingkat perguruan tinggi. Ilmu Alamiah Dasar dapat diartikan sebagai kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Dan, manusia sebagai subjek pokoknya yang dalam hal ini merupakan makhluk hidup yang paling tinggi kedudukannya. Salah satu indikatornya ialah sifat unik manusia. Dibandingkan dengan makhluk lain, jasmani manusia adalah lemah, tetapi rohani atau akal budi dan kemauannya sangat kuat. Umumnya dikatakan bahwa manusia dan binatang berbeda karena akal budi yang dimilikinya. Akal bersumber pada otak. Dan, budi bersuber pada jiwa. Oleh karena itu, sejalan dengan perkembangannya menusia memanfaatkan akal budi yang dimilikinya dan juga ditunjang dengan rasa ingin tahu, maka berkembanglah pula ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Perkembangan pengetahuan pun lebih berkembang lagi manakala ditunjang dengan adanya tukar menukar informasi antar manusia. Apa Keterkaitan Antara Ilmu Alamiah Dasar, Matematika, dengan Psikologi? Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Sedangkan matematika merupakan ilmu pengetahuan dimana materi matematika di perlukan di semua jurusan yang di pelajari oleh semua orang. Sehingga sudah sangat jelas keterkaitan antara Psikologi dan Matematika. Dalam dunia psikologi,matematika digunakan dalam berbagai hal,seperti dalam tes IQ dan EQ. Dan dalam perkuliahan pun mahasiswa psikologi diajarkan statistika,yang merupakan bagian dari matematika. Ilmu Alamiah Dasar dapat diartikan sebagai kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Jika kita kaitkan antara psikologi dan ilmu alamiah dasar sangat berkaitan satu sama lain. Dimana ada unsur yang saling menguatkan. Karena manusia dengan akalnya akan menciptakan suatu norma atau tindakan alamiah yang dapat dijadikan pegangan dalam berkehidupan masyarakat. Ilmu psikologi yang berkaitan dengan IAD adalah : 1. Psikologi perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut 2. Psikologi sosial Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu : studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat) studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan. 3. Psikologi kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. 4. Psikologi kognitif Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi, proses belajar, kemampuan memori, atensi, kemampuan bahasa dan emosi. SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika http://ediwahyudiug.blogspot.com/2011/10/ilmu-alamiah-dasar.html http://www.anneahira.com/pengertian-ilmu-alamiah-dasar.html http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi Nama : Cindy Natalia NPM : 11511660 Kelas : 1PA07

Kamis, 22 Maret 2012

Bakpia


Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula, yang dibungkus dengan tepung, lalu dipanggang. Istilah bakpia sendiri adalah berasal dari dialek Hokkian,yaitu dari kata "bak" yang berarti daging (umumnya daging babi) dan "pia" yang berarti kue, yang secara harfiah berarti roti berisikan daging. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit ini dikenal dengan nama pia atau kue pia.
Bakpia termasuk salah satu masakan yang populer dari keluarga Cina atau Tionghoa. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok (Pathuk), Yogyakarta. Mengingat masyarakat Jogja cukup banyak yang beragama Islam, pada perkembangannya, isi bakpia yang semula daging babi pun diubah menjadi kacang hijau. Kemudian rasa-rasa dari bakpia dikembangkan menjadi cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam.
Di desa Pathok, dulunya penduduk tidak mengenal istilah "merek", sehingga bakpia yang dijual hingga saat ini berlabel "nomor rumah produsen", misalnya nomor 75. Kemudian barulah muncul beberapa merek bakpia yang bukan dari nomor rumah, seperti Djava dan lain-lain.
Lezatnya rasa bakpia menjadikan kue ini menjadi salah satu favorit para wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Bakpia bisa didapatkan di toko bakpia atau toko yang menjual oleh-oleh khas Jogja.


Nama : Cindy Natalia
NPM : 11511660
Kelas : 1PA07