Kamis, 22 Maret 2012

Softskill Apa Saja Yang Dibutuhkan Oleh Suatu Perusahaan


Di dalam persaingan seperti sekarang, kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki profesionalisme dan manajerial skill yang berbasis kemampuan sudah merupakan tuntutan. Terlebih di dunia kerja sekarang banyak dipengaruhi perubahan pasar, ekonomi dan teknologi. Tenaga kerja yang memiliki kecerdasan emosional (Emotional Quatient) sangat mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut disamping kecerdasan intelektual. Berdasar hasil survey Nasional Assosiation of Colleges and Employers USA (2002) terhadap 457 pimpinan perusahaan menyatakan bahwa Indeks Kumulatif Prestasi (IPK) bukanlah hal yang dianggap penting dalam dunia kerja. Yang jauh lebih penting adalah sotfskill antara lain kemampuan komunikasi, kejujuran, kerjasama, motivasi, kemampuan beradaptasi dan kemampuan interpersonal dengan orientasi nilai pada kinerja yang efektif.


Kemampuan softskill diatas, sebetulnya masuk dalam kecerdasan emosional yang menurut definisi adalah Kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan orang lain, Kemampuan memotivasi diri, Kemampuan mengendalikan diri/ mengelola emosi pada diri sendiri dalam hubungan dengan orang lain (Daniel Goleman). Ada lima kecedasan emosial yang dibutuhkan didunia kerja sekarang ini, yaitu :
  1. Kesadaran Emosional , yang meliputi kedewasaan emosi dalam  pengambilan keputusan yang win-win solution.
  2. Pengelolaan Emosional (pengedalian diri) yang meliputi kemampuan kepekaan, sabar dan  tabah dalam menjalankan tugas.
  3. Motiovasi Diri, yang meliputi  kemampuan berpikir positif, ulet dan pantang menyerah
  4. Empati pada Sesama  ; yang meliputi kemampuan memahami, merasakan, peduli, hangat, akrab dan kekeluargaan
  5. Ketrampilan Sosial , yang meliputi kemampuan bermusyawarah, bekerjasama, kepentingan umum/tim)
Di sisi lain secara teori, di dalam dunia kerja, ada 3 (tiga) unsur utama yang harus dipenuhi agar seseorang dikatakan memiliki kompetensi  yang meliputi kompetensi knowledge atau cognitive domain, skill atau psychomotor domain, serta attitude atau affective domain.(Jayagopan Ramasamy, Malaysia 2006). Dalam teori tersebut dikatakan bahwa kompetensi tersebut harus bisa diukur (measurable), dinilai, ditunjukkan (demonstrable) dan diamati (observable) melalui perilaku pada saat melaksanakan tugas. Sasaran akhir dari kompetensi adalah perilaku yang diharapkan (desired behaviour) dan perlu ditunjukkan dalam melaksanakan tugas. kompetensi yang berkaitan langsung dengan bidang kerja.
Di beberapa perusahaan, ketrampilan softskill yang dibutuhkan meliputi leadership, kreativitas, kominukasi, kejujuran dan fleksibel. Memang dalam prakteknya ketrampilan softskill dapat dilatih dan disiapkan, namun menurut pengalaman dari PT Charoen Pokphand Indonesia  misalnya, perubahan-perubahan dalam organisasi termasuk budaya organisasi juga dapat menyumbang terhadap peningkatan softskill tenaga kerja. Pembinaan softskill yang baik, menurut pengalaman PT. Charoen dengan komunikasi asertif, yaitu komunikasi yang berdasar keterbukaan, jujur, tegas, langsung dan dengan cara yang sopan.


SUMBER : http://10507276.blog.unikom.ac.id/softskill-dan.2pf

Nama : Cindy Natalia
NPM : 11511660
Kelas : 1PA07

Apa Keterkaitan Softskill Dan Hardskill Terhadap Dunia Kerja Dan Kuliah


Dunia kerja percaya bahwa SDA yang baik adalah mereka yang tidak hanya memiliki hard skill saja tetapi juga unggul di bidang soft skill. Selain itu menurut Spencer & specer ada 2 (dua) kompetensi yang berkaitan dengan bidang kerja, yakni Generic competencies, merujuk pada kompetensi yang perlu ada pada semua pegawai mengarah ke softskills, sikap mental dalam bekerja dan Functional competencies, merujuk pada kompetensi khusus yang diperlukan bagi suatu fungsi atau pekerjaan tertentu mengarah ke hardskills dan kemampuan teknis. Sedangkan di lapangan, kompetensi tersebut terbagi atas kebutuhan kemampuan Knowledge: diukur melalui ujian penilaian yang dilaksanakan oleh pihak berwenang, Skill : diukur dengan mengikutsertakan  ke dalam pelatihan-pelatihan tertentu dan Attitude: diukur secara lebih subjektif melalui penilaian terhadap perilaku yang ditunjukkan dalam melaksanakan tugas. Knowledge (melalui pendidikan), Skill (melalui pelatihan) dan Attitude yg harus dimiliki oleh tenaga kerja disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha/dunia kerja dengan menggunakan konsep Link and Match.
Di beberapa perusahaan, ketrampilan softskill yang dibutuhkan meliputi leadership, kreativitas, kominukasi, kejujuran dan fleksibel.
Sekolah atau kuliah pun sangat penting. Namun, keseimbangan dari pertumbuhan hardskill dan softskill akan membuat kita mengalami sukses lebih cepat dan lebih jauh dari kesuksesan yang hanya ditunjang oleh salah satu faktor tersebut. Perpaduan antara hardskill dan softskill sangat diperlukan untuk meraih jenjang karir yang tinggi atau memperluas bisnis di masa depan. 

SUMBER : blog.unikom.ac.id/softskill

Nama : Cindy Natalia
NPM : 11511660
Kelas : 1PA07

Apa Perbedaan Softskill Dan Hardskill


Hard skill merupakan kompetensi teknis dan akademis sesuai dengan latar belakang ilmu yang dipelajari dan yang dimiliki seseorang.  Hard skill juga dapat diartikan sebagai penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan masing-masing bidang.  Misalnya seperti dokter harus mengerti dan mampu dalam bidamg kedokteran, atau seperti pemain bola harus mempunyai skill yang mumpuni dalam mengolah bola di lapangan hijau. Sedangkan soft skill adalah kemampuan diluar dari kemampuan teknis dan akademis,yang lebih mengutamakan kemampuan intrapersonal dan inter personal. Istilah softskill memang tergolong baru terdengar, tetapi softskill merupakan kemampuan-kemampuan dasar yang perlu ditumbuhkan dalam diri kita, agar kita dapat memotivasi diri dan orang lain, bertanggung jawab, membangun relasi, berkomunikasi, negosiasi, beradaptasi dengan lingkungan, berkreasi, berinovasi dan berwirausaha, memimpin, membangun kerjasama, mengelola sumber daya dan lain sebagainya.Selain itu soft skill juga dapat disebut sebagai hubungan dan interaksi antar individu,pekerjaan,dan lingkungan. 

SUMBER :  putputrihega.blogspot.com
              blog.unikom.ac.id/softskill

Nama : Cindy Natalia
NPM : 11511660
Kelas : 1PA07

Apa Yang Dimaksud Dengan Softskill


Konsep dari soft skill merupakan pengembangan dari konsep yang kita kenal dengan istilah kecerdasan intelegensi.  Soft skill dapat diartikan sebagai kemampuan diluar dari kemampuan teknis dan akademis,yang lebih mengutamakan kemampuan intrapersonal dan inter personal.
Soft skill dibagi menjadi dua kategori,yaitu:
·         Intrapersonal skill
Intrapersonal skill terdiri dari :
Ø  Self awareness (self confident,self assessment,trait & preference,emotional awareness)
Ø  Self skill (improvement,self control,trust,whortiness,time management,proactivity,conscience)
·         Interpersonal skill
Interpersonal skill mencakup :
Ø  Social awareness (politic awareness,developing others,leveraging diversity,service orientation,emphaty)
Ø  Social skill (leadership,influence,communication,conflict management,cooperation,team work,synergy)

SUMBER : www.ubb.ac.id
Nama : Cindy Natalia
NPM : 11511660
Kelas : 1PA07

Rabu, 30 November 2011

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Pandangan Hidup dan Ideologi
Bagi masyarakat ideologi tersusun dari tiga unsur,yaitu :
a.    Pandangan hidup
b.    Nilai-nilai
c.    Norma-norma
Masyarakat modern dalam berbagai hal telah menciptakan adanya konflik pandangan-pandangan untuk pengabdian dirinya. Sebagai contoh,masyarakat industri berpandangan hidup bukan merupakan sumber integrasi seperti masyarakat lama tetapi cenderung melaksanakan reideologi, dan retradisionalisasi.
Pandangan hidup cenderung diikat oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai pelengkap nilai-nilai dalam pembuatan pembenaran atau rasionalisasi nilai-nilai. Pandangan hidup member semangat pada nilai-nilai. Norma berbeda dengan nilai karena digunakan untuk hampir seluruh aturan khusus,sebaliknya nilai digunakan untuk pengertian umum. Norma berlaku untuk menentukan perilaku perintah,atau larangan untuk suatu kewajiban dari peranan spesifik dalam suatu spesifik pula. Dengan demikian ideology lebih luas daripada pandangan hidup. Ideology tidak digunakan untuk hubungan individu tetapi untuk hal yang lebih luas,seperti ideology Negara,masyarakat atau kelompok tertentu. Ideology sebagai pedoman hidup merupakan cita-cita yang ingin dicapai banyak individu di dalam masyarakat.
Dari uraian diatas dpat disimpulkan bahwa fungsi pandangan hidup adalah sebagai pegangan dan pedoman bagaimana cara untuk memecahkan masalah kehidupan bangsa yang makin maju agar kokoh dan bahagia.

SUMBER : Buku Ilmu Budaya Dasar karangan Drs.Joko Tri Prasetyo,dkk.

MANUSIA DAN KEADILAN

               Makna Keadilan 
Manusia sebagai makhluk Tuhan adalah makhluk tertinggi yang memiliki gejala-gejala istimewa yang hanya terdapat pada manusia saja,dan tidak terdapat pada benda mati ataupun benda hidup seperti pada hewan atau pada tumbuh-tumbuhan. Gejala-gejala istimewa itu bisa kita golongkan menjadi tiga jenis yang disebut akal,rasa dan kehendak akal. Rasa dan kehendak ini menyatu dalam diri manusia.
Di dalam mengatur hubungan kodrat manusia perlu adanya keserasian,keseimbangan,kesesuaian ataupun kesamaan dalam tingkah laku baik untuk kepentingan pribadi (individu) atau untuk kepentingan masyarakat. Kemampuan demikian itu menjelma sebagai tingkah laku adil yang kemudian menjadi tujuan umat manusia dalam mengatur kehidupannya. Oleh sebab itu tingkah laku adil atau keadilan menjadi tumpuan harapan manusia,semua orang menghendaki keadilan.
Kata Adil sendiri menurut kamus Bahasa Indonesia :
a.    Tidak berat sebelah atau tidak memihak ke salah satu pihak
b.    Memberikan sesuatu kepada setiap orang sesuai dengan hak yang harus diperolehnya.
c.    Mengetahui hak dan kewajiban,mengerti mana yang benar dan mana yang salah,bertindak jujur dan tepat menurut peraturan atau syarat dan rukun yang telah di tetapkan, tidak sewenang-wenang dan tidak maksiat atau berbuat dosa.
d.    Orang yang berbuat adil,kebalikan dari fasiq. Adil adalah sendi pokok di dalam soal hukum.
Ditinjau dari bentuk atau sifat-sifatnya,keadilan dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis,yaitu :
a.    Keadilan legal atau keadilan moral
b.    Keadilan distributif
c.    Keadilan komutatif
Keadilan dan ketidakadilan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan/ketidakadilan setiap hari. Oleh sebab itu,keadilan dan ketidakadilan menimbulkan daya kreatifitas manusia. Dalam sehari-hari sering terjadi orang menghakimi sendiri. Perbuatan tersebut sama halnya dengan mencapai keadilan sendiri,yang akibatnya ketidakadilan bagi yang dihakimi.
Pada hakekatnya keadilan-keadilan tercipta mewujudkan masyarakat yang adil,sejahtera dan sentosa.

SUMBER : Buku Ilmu Budaya Dasar karangan Drs.Joko Tri Prasetyo,dkk.